Senin, Oktober 26, 2009

Dokter kulit mengatakan bahwa krim tabir surya(sun sreen) lotion yang berlabel SPF 30 tidak memblok radiasi berbahaya dia kali tepat di banding yang berlabel SPF 15. Apakah arti pernyataan itu?

Pernyataan dokter tersebut benar. Angka – angka SPF bukan factor yang menyatakan tingkat penyaringan radiasi matahari melainkan menyatakan tingkat perlindungan terhadap radiasi matahari. Perlu diketahui, SPF singkatan dari sun protection factor. Angka –angka yang di berikan bukan mengatakan berapa banyak radiasi yang mereka tahan, melainkan berapa lama kita dapat bertahan di bawah terik matahari sampai kulit kita kemerahan, suatu kondisi yang oleh dokter menyebutnya erythema. Jadi, jelas ini berbeda sekali.

Apabila kita mengolesi tubuh dengan tabir surya ber-SPF 15, kita dapat berada di bawah terik matahari lima belas kali lebih lama daripada bila kita tidak memakainya. Dengan SPF 30, kita dapat tinggal tiga puluh kali lebih lama disbanding jika tidak memakainya. Itu dua kali lebih lama dibandingkan SPF 15. Akan tetapi tabir surya ber-SPF 30 hanya menahan radiasi berbahaya 3% lebih banyak di bandingkan dengan tabir suryaber-SPF 15.

Saya sadar sekali bahwa yang berikut ini barangkali merupakan paragraph paling membingungkan yang pernah kita baca selain undang – undang tentang pajak penghasilan. Tetapi, saya akan menunjukan bahwa semua itu sangat masuk akal.

Sebelumnya, pertama apakah radiasi – radiasi berbahaya di antara hujan radiasi dari sumber hidup kita? Atom –atom matahari, yang begitu panas (sekitar 54000 derajat Celsius di permukaannya), terus memancarkan hampir seluruh energy yang ada padanya, dari gelombang radio hingga sinar – sinar X. Sinar – sinar X yang berbahaya di saring cukup ketat oleh atmosfer bumi, sedangkan gelombang-gelombang radio yang sampai ke bumi tanpa banyak rintangan tidak lebih berbahaya disbanding gelombang radio yang dipancarkan oleh sebuah pemancar radio hard rock. Berarti yang lainnya tinggal cahaya tampak dan dua macam dua macam radiasi tidak tampak, yakni inframerah, yang menghangatkan kita tetapi tidak membakar kulit kita, dan ulraungu. Yang terakhir ini lah sang panjahat sejati.

Radiasi ultraungu (UV) biasanya dibagi menjadi tiga kawasan energy, yang oleh ilmuwan diberi label A, B, dan C. Kita boleh tidak usah merisaukan ultraungu C(disingkat UVC) karena telah diserap lapisan ozon di atmosfer, yang walaupun terganggu aktifitas manusia, ternyata masih banyak. Maka yang masih perlu kita khawatirkan ketika sedang berjemur adalah UVA dan UVB, yang selain menyebabkan kulit terbakar juga dapat menimbulkan kerusakan kulit permanen dan kanker.

Tabir surya adalah campuran bahan kimia aktif dengan pemakaian seperti kita memakai kosmetik. Molekul – molekul bahan kimia ini secara selektif menyerap radiasi ultraungu, bahkan meskipun hanya dioleskan secara tipis-tipis pada kulit. Pada label kemasan tabir surya, kita akan melihat agen – agen penyerap UVA seperti oktil metoksisinamat dan sinamat – sinamat lainnya, seperti homosalat, oktil salisilat dan padiamat-O, agen – agen penyerap UVA sekaligus UVB seperti oksibenzoat dan benzofenon – benzofenon lain. Bahan kimia yang disebut PABA pernah popular sekali, tetapi sebagian orang tidak tahan karena menimbulkan iritasi pada kulit, maka tidak digunakan lagi.

Baiklah, pelajaran kimia sudah selesai. Namun pastilah kita ingin mampu memahami daftar bahan pada label sebuah produk.

Namun, kita tidak perlu pusing soal nama. Kebanyakan produk mempunyai komposisi bahan kimia ajaib yang dirancang untuk menyerap seluruh tentang energy ultraungu yang membahayakan. Akan tetapi ingat bahwa pengujian yang dilakukan terutama untuk pencegahan kulit terbakar, sementara penelitian terus menemukan energy-energi ultraungu tertentu yang ternyata lebih jahat karena menyebabkan penuaan dini atau kanker. Maka yang paling baik adalah memilih tabir surya “berspektrum lebar” untuk melindungi kulit kita baik dari terbakar maupun dari kemungkinan lebih buruk.

Sekarang kita kembali ke angka-angka SPF yang bagi sebagian orang bisa membingungkan. Rahasianya ada dalam matematika. Tapi sederhana saja. Tidak perlu sampai berkeringat dan kebingunangan.

Misalkan tabir surya merk X menyerap separuh-50%-sinar ultraungu penyebab kulit terbakar. Jelas bahwa kita dapat tinggal di bawah terik matahari dua kali lebih lama daripada biasanya tanpa terbakar. Jika tanpa pelindung biasanya kulit kita baru terbakar setelah satu jam, dengan tabir surya kita dapat berjemur sampai dua jam. Dengan kata lain, SPF tabir surya itu 2.

Sekarang, andaikata tabir surya merk Y menyerap 75% sinar ultraungu, yang berarti kita hanya mendapatkan 25% dari seluruh radiasi. Dalam hal ini kita dapat berjemur empat kali lebih lama dibanding tanpa perlindungan. (100:24=4) Angka SPF dengan demikian adalah 4. Merk Y menyerap radiasi ultraungu hanya 25% lebih banyak dibandingkan merk X, namun angka SPF-nya dua kali lipat :4 dibanding 2 !!

Saya tidak akan meneruskan rumus penurunan aljabar untuk kasus ini (pasti banyak para pembaca yang menghela napas lega..), tetapi kita tetap tentu ingin tahu cara menghitung persentase radiasi yang dapat ditahan oleh tabir surya dengan angka SPF tertentu. Caranya begini :kurangkan 1 dari angka SPF, kalikan dengan 100, kemudian bagi hasilnya dengan angka SPF. Untuk produk dengan SPF 20 misalnya :

20-1=19 ; 19×100 = 1900, lalu 1900:20=95. Berarti kemampuan penyerapan tabir surya itu 95%.

Dengan cara itu, kita dapat membayangkan bahwa tabir surya ber-SPF 15 menyerap 93,3% sinar ultraungu, sedangkan produk yang ber-SPF 30 atau dua kali lipat menyerap 96,7%. Berarti daya serap yang terakhir hanya 3,4% lebih banyak.

Perhatikan bahwa dengan membayar lebih banyak untuk mendapatkan produk ber-SPF lebih tinggi kita hanya diberi tambahan perlindungan beberapa persen lebih banyak dalam hal kadar radiasi. Ini kasus klasik yang dalam istilah ekonomi disebut diminishing returns. Bahkan apabila kita tipe orang dengan kulit akan terbakar setelah berjemur satu jam, kita tidak memerlukan tabir surya dengan SPF lebih dari 30. Rasanya sampai kiamat pun kita tidak akan berjemur sampai 30 jam. Bukan kah matahari masih terbenam pada petang hari?

Perlu di ingat, bahwa Tabir surya ber-SPF 30 memungkinkan kita berjemur dua kali lebih lama dibanding tabir surya ber-SPF 15, tetapi radiasi yang di cegahnya hanya 3% lebih banyak.

Jumat, September 18, 2009

Bertiuplah Gelembung di Udara..

Mengapa gelembung sabun berbentuk bulat?

Coba kita pikir begini, Tidak akan terkejutkah Anda bila bentuk gelembung itu persegi? Itu karena semua pengalaman kita sejak bayi mengatakan bahwa hukum alam lebih menyukai bentuk-bentuk yang mulus. Memang tidak banyak benda alami yang memiliki ujung tajam atau membentuk sudut ganjil. Pengecualian yang penting dalam hal ini adalah kristal-kristal mineral tertentu, yang cantik justru karena memiliki bentuk-bentuk geometris serba tajam. Itu mungkin sebabnya mengapa sebagian orang percaya bahwa kristal-kristal dan piramida memiliki supranatural.

Akan tetapi itu metafisika, bukan sains. Gelembung-gelembung bundar–berbentuk bola–karena ada suatu gaya tarik menarik yang disebut tegangan permukaan yang menarik molekul-molekul air sekuat mungkin antara sejumlah partikel adalah ketika mereka membentuk sebuah bola. Di antara semua bentuk yang mungkin, kubus, piramida, bongkahan tak beraturan–bola memiliki luas sebelah luar paling kecil.

Segera setelah Anda melepaskan sebuah gelembung dari pipa tiup atau dari salah satu peralatan lebih modern, tegangan permukaan membuat lapisan tipis air sabun mencari luas permukaan yang sekecil mungkin. Maka terjadilah sebuah bola. Andaikata Anda tidak dengan sengaja memerangkapkan udara didalamnya, air sabun akan terus menyusut membentuk sebuah titik bola padat, seperti yang terjadi pada air hujan.

Akan tetapi udara di dalam mendorong ke arah luar, menahan selaput air. Semua gas memberikan tekanan pada wadah penyimpanan mereka karena mereka terdiri atas molekul-molekul terbang bebas yang terus membentur apa pun yang menghalangi. Dalam sebuah gelembung, gaya-gaya tegangan permukaan ke arah dalam pada selaput air diseimbangkan dengan tepat oleh gaya mendorong keluar oleh udara dari dalam. Jika ada perbedaan sedikit saja, gelembung entah akan mengeceil atau mengembang sampai keduanya sama besar.

Cobalah meniupkan udara lebih banyak untuk membuat gelembung lebih besar. Itu sama dengan menambahkan tekanan udara di sebelah dalam. Yang dapat diperbuat oleh selaput air untuk mengimbangi kenaikan tekanan ke luar adalah memperluas permukaannya. Ini dapat menyebabkan bertambah besarnya gaya-gaya tegangan permukaan ke arah dalam. Maka gelembung itu secara serentak memperbesar ukurannya. Namun dalam proses tersebut selaput air semakin tipis, pasalnya persediaan air memang terbatas. Apabila Anda terus menambahkan udara ke dalamnya, akhirnya selaput tadi tidak memiliki cadangan air lagi untuk memperluas permukaan. Akibat buruknya mulai ditebak. Gelembung-pun meletus.

Hal yang tepat sama juga terjadi pada permen karet, kecuali bahwa ahli-ahli tegangan permukaan ke arah dalam, gaya yang cenderung memperkecil gelembung atau balon berasal dari elastisitas karet dalam permen Anda. Elastisitas, seperti tegangan permukaan, seolah-olah berkata: “Kalau boleh, aku ingin menjadi bola yang sekecil mungkin”.

Selasa, September 08, 2009

Mengapa temperature beku dan titik didih air pada skala Fahrenheit memiliki angka aneh 32 derajat dan 212 derajat?

Untuk kejadian sehari-hari macam membeku dan mendidihnya air, kedua angka tersebut memang aneh, bahkan bagi mereka yang biasa menggunakannya. Angka-angka tersebut terlanjur demikian karena seorang pembuat botol dan fisikawan amatir Jerman bernama Gabriel Fahrenheit (1868-1736) membuat beberapa keputusan buruk.

Peralatan untuk mengukur temperature sudah ada sejak 1592,walaupun belum seorang pun tahu definisi temperature, dan tidak seorang pun mencoba memasang angka-angka pada alat ukur itu.

Maka di tahun 1714 Fahrenheit membuat tabung kaca berisi benang air raksa yang sangat tipis. Ia memilih benda cair itu karena cantik, mengkilap, dan mudah dilihat sewaktu naik dan turun akibat pemuaian atau penyusutan karena mengalami pemanasan dan pendinginan. Akan tetapi thermometer Fahrenheit seperti alat sejenis terdahulu tanpa angka, dan terpikirlah olehnya untuk memasang angka-angka pada alatnya, maksudnya supaya orang-orang lebih mudah membuat perbandingan.

Maka Fahrenheit mulai merancang seperangkat alat untuk dituliskan pada tabung kacanya. Namun,susunannya harus sedemikian sehingga air raksa akan naik ke angka yang sama pada semua thermometer ketika berada pada temperature yang sama. Dan disinilah Gabriel mulai berulah. Para sejarahwan mungkin masih berdebat soal jalan pikirannya sesungguhnya, namun cerita berikut mungkin masuk akal.

Pertama, ia berpendapat bahwa karena sebuah lingkaran penuh memiliki 360 tahap yang disebut derajat, alangkah baiknya jika thermometer pun memiliki 360 tahap-sekalian menyebutnya derajat-untuk rentang antara temperature air beku dan temperature air didih. Akan tetapi 360 akan menyebabkan tiap derajatnya terlalu kecil, maka sebagai ganti ia memilih 180.

Kini mantaplah satu derajatnya, yakni tepat 1/180 jarak tabung antara tanda air membeku dan tanda air mendidih, selanjutnnya ia masih bingung tentang angka yang dipakai. Nol dan 180? 180 dan 360? Atau 32,212?(bukankah 212-32=180?).

Maka, ia memasukkan thermometer nya ke dalam sebuah campuran paling dingin yang dapat dibuatnya-sebuah campuran antara es dan suatu bahan kimia yang disibutnya ammonium chloride-dan disebutnya termperatur itu “nol”.(Gawat, dalam hal ini Anda terlalu arogan,Gabriel!! Begitu yakinkah Anda bahwa orang lain tidak akan mampu membuat temperature hamper 460 derajat di bawah temperature Anda.)

Ketika ia mengukur temperature nya tubuh dia sendiri, termometernya naik sampai 100 angka. (Baiklah, tepatnya 98.6 tapi jangan lupa menyimak kenapa angkanya demikian.) itulah salah satu kelebihan Fahrenheit ; sebagai manusia ia ingin agar temperature tubuh manusia mencatat angka 100 pada skala thermometer.

Sesudah itu, ia memasukkan termometernya ke dalam campuran es dan air, dan menemukan air raksa di dalamnya 32 derajat lebih tinggi daripada temperature nol campuran dinginnya. Maka, itu sebabnya titik beku air menjadi 32 derajat pada skala Fahrenheit. Akhirnya, jika temperature air mendidih harus 180 derajat lebih tinggi dari itu, berarti ia mendapat 32 angka + 180, atau 212. Sampai disini dulu cerita tentang Gabriel Fahrenheit.

Enam tahun setelah tubuh Fahrenheit menjadi sama dengan sekelilingnya, seorang astronom Swedia bernama Anders Celsius (1701-1744) mengusulkan skala centigrade untuk temperature, yang sekarang kita sebut skala Celcius. Centigrade artinya 100 derajat; ia menetapkan ukuran derajat sedemikian sehingga antara titik beku dan titik didih air terdapat 100 derajat, bukan 180 derajat. Selanjutnya ia mendefinisikan “temperature nol”nya pada titik beku air, sebagai titik acuan yang dapat diolah dengan mudah. Maka ia menetapkan titik didih air jatuh pada temperature 100 derajat.(Yang menarik,dengan alasan yang hanya diketahui para astronom Swedia, Celsius mula-mula menetapkan 100 untuk titik beku dan nol untuk titik didih, tetapi sepeninggal orang membalik ketetapan tersebut.

Lalu, bagaimana dengan angka 98.6 yang oleh sebagian orang disebut sebagai temperature tubuh manusia “normal”? Itu jangan dianggap serius. Suhu manusia berubah-ubah sedikit tergantung waktu dalam sehari, atau dalam sebulan(untuk wanita), juga karena metabolisme. Akan tetapi suhu manusia memang rata-rata berkisar pada 37 derajat Celsius pada kebanyakan orang, maka dokter menyebutnya “normal”. Coba berapa harga Fahrenheit untuk 37 derajat Celsius? Betul, 98.6 derajat, angka yang kelihatan keren daripada angka bulatnya..

Bicara soal konversi, saya tidak pernah bosan untuk mengumumkan sebuah cara mudah untuk mengonversi temperature. Saya tidak tahu mengapa guru-guru terus menerus mengajarkan rumus-rumus yang rumit itu di sekolah, dengan angka 32, kurung-kurung dan pecahan yang tidak tetap,padahal ada cara yang lebih jauh dan lebih sederhana namun akurat.

Bagini caranya :

Untuk mengubah Celsius ke Fahrenheit, tambahkan 40 kalikan dengan 1,8 kemudian kurangi dengan 40.

Untuk mengubah Fahrenheit ke Celsius,tambahkan 40 bagi dengan 1,8 kemudian kurangi 40

Hanya begitu saja. Rumus di atas mujarab karena (a) 40 derajat di bawah nol pada kedua skala mempunyai temperature yang sama dan (b) satu derajat Celsius 1,8 kali besar daripada satu derajat Fahrenheit. (180:100=1,8).

Ada satu hal yang sering dilupakan : thermometer sesungguhnya hanya mengukur temperature mereka sendiri.

Coba renungkan. Sebuah thermometer dingin menghasilkan bacaan temperature rendah; sebuah thermometer panas menghasilkan bacaan temperature tinggi. Sebuah thermometer tidak memberikan bacaan temperature sebuah benda sampai kita menempelkannya di benda itu dan menjadi hangat, atau menjadi dingin, sampai sama dengan temperature benda bersangkutan. Itu sebabnya kita harus menunggu sampai temperature demam dihangatkan oleh tubuh kita sebelum memberikan bacaan yang benar.

Perlu di ingat! Termometer suhu badan bukan mengukur temperature tubuh melainkan mengukur temperaturnya sendiri.

Kamis, September 03, 2009

Apa maksud dari Tekanan Udara?

“Pernah kah kalian tahu para para pembaca laporan cuaca bicara soal tekanan barometer dengan satuan inchi atau cm air raksa? Dan bagaimana ceritanya seseorang sampai mengukur tekanan menggunakan satuan panjang? dan apa makna satu cm Hg?”

Pertama, tolong jangan menyebut “tekanan barometer“. Udara di sekitar kita memiliki temperatur yang di ukur menggunakan sebuah termometer, kelembaban yang di ukur menggunakan sebuah higrometer, dan tekanan yang di ukur menggunakan sebuah barometer. Pembaca laporan cuaca di televisi tidak pernah bicara tentang “temperatur termometrik” atau “kelembaban barometrik”, namun entah mengapa mereka sering menyebut “tekanan barometrik” barangkali yang belakangan terdengar lebih ilmiah. “Tekanan udara” seharusnya sudah cukup.

Akan tetapi apakah tekanan ruang diberikan oleh udara ini? Tekanan atmosfer disebabkan oleh pemboman atau benturan tak putus-putus oleh molekul-molekul udara pada apapun yang menghalangi jalannya. Setiap kali sebuah molekul udara (terutama nitrogen dan oksigen) jatuh ke permukaan sebuah benda padat atau benda cair, ia mengerahkan ke sebuah gaya. Jumlah gaya bentur ini per detik pada tiap satuan luas inchi persegi atau sentimeter persegi pada permukaan disepakati sebagai ukuran untuk tekanan. Dan besar gaya ini lumayan besar ; di ketinggian air laut, gaya oleh benturan sekian banyak molekul-molekul ini mencapai total 14,7 pound per inchi atau 1,03 Kg/cm2. .

Mengukur tekanan dengan cara menghitung benturan molekul-molekul jelas sulit. Akan tetapi karena udara memberikan tekanan kepada apapun yang dilabraknya, kita dapat menggunakan gaya tekan udara pada benda apapun yang nyaman bagi kita sebagai standart ukuran.

Pada tahun 1643 di Florence, Itali, Evangelista Torricelli memutuskan bahwa tekanan atmosfir harus mampu menekan air dalam sebuah tabung kosong sampai keketinggian tertentu, dan tinggi kolom air itu dapat dijadikan ukuran untuk tekanan atmosfer. Ia dengan demikian menemukan barometer pertama di dunia. Ketika dipraktikan, ternyata tekanan atmosfer normal mampu mengangkat air sampai kira-kira tiga puluh empat kaki atau sepuluh meter. Dan sudah barang tentu, barometer temuannya harus besar sekali.

Kini kita menggunakan benda cair yang lebih berat, air raksa sebuah logam cair keperakan-yang pada hari-hari normal di tepi laut dapat terangkat hanya sampai 29,22 inchi atau 760 milimeter dalam sebuah tabung.

Sesungguhnya, setiap saat tiap sentimeter permukaan tubuh kita mengalami tekanan atmosfer sebesar 760 mm air raksa atau sama sekali dengan memikul berat kolom air setinggi kira-kira 10 meter, tetapi kita tidak menyadari.

Coba suatu eksperimen ini. Anda dapat membayangkan seberapa besar tekanan yang diberikan oleh atmosfer ke tubuh kita, taruhlah jempol kaki Anda di bawah salah satu kaki kursi makan, kemudian letakkan sekitar lima kilogram kentang di atasnya. Anda akan merasakan tekanan sekitar 1,03 Kg lgi per sentimeter persegi jempol kaki Anda. Kita tidak merasakan tekanan seberat itu karena seluruh tubuh mengalami tekanan yang sama dari berbagai arah yang berlawanan sehingga masing-masing saling meniadakan. Apakah ikan sadar bahwa mereka berada dalam air? mereka sama sekali tidak sadar seperti kita yang berjalan-jalan di dasar atmosfer.

Selasa, September 01, 2009

Gelembung di Udara

Mengapa gelembung sabun berbentuk bulat?

Coba kita pikir begini, Tidak akan terkejutkah Anda bila bentuk gelembung itu persegi? Itu karena semua pengalaman kita sejak bayi mengatakan bahwa hukum alam lebih menyukai bentuk-bentuk yang mulus. Memang tidak banyak benda alami yang memiliki ujung tajam atau membentuk sudut ganjil. Pengecualian yang penting dalam hal ini adalah kristal-kristal mineral tertentu, yang cantik justru karena memiliki bentuk-bentuk geometris serba tajam. Itu mungkin sebabnya mengapa sebagian orang percaya bahwa kristal-kristal dan piramida memiliki supranatural.

Akan tetapi itu metafisika, bukan sains. Gelembung-gelembung bundar–berbentuk bola–karena ada suatu gaya tarik menarik yang disebut tegangan permukaan yang menarik molekul-molekul air sekuat mungkin antara sejumlah partikel adalah ketika mereka membentuk sebuah bola. Di antara semua bentuk yang mungkin, kubus, piramida, bongkahan tak beraturan–bola memiliki luas sebelah luar paling kecil.

Segera setelah Anda melepaskan sebuah gelembung dari pipa tiup atau dari salah satu peralatan lebih modern, tegangan permukaan membuat lapisan tipis air sabun mencari luas permukaan yang sekecil mungkin. Maka terjadilah sebuah bola. Andaikata Anda tidak dengan sengaja memerangkapkan udara didalamnya, air sabun akan terus menyusut membentuk sebuah titik bola padat, seperti yang terjadi pada air hujan.

Akan tetapi udara di dalam mendorong ke arah luar, menahan selaput air. Semua gas memberikan tekanan pada wadah penyimpanan mereka karena mereka terdiri atas molekul-molekul terbang bebas yang terus membentur apa pun yang menghalangi. Dalam sebuah gelembung, gaya-gaya tegangan permukaan ke arah dalam pada selaput air diseimbangkan dengan tepat oleh gaya mendorong keluar oleh udara dari dalam. Jika ada perbedaan sedikit saja, gelembung entah akan mengeceil atau mengembang sampai keduanya sama besar.

Cobalah meniupkan udara lebih banyak untuk membuat gelembung lebih besar. Itu sama dengan menambahkan tekanan udara di sebelah dalam. Yang dapat diperbuat oleh selaput air untuk mengimbangi kenaikan tekanan ke luar adalah memperluas permukaannya. Ini dapat menyebabkan bertambah besarnya gaya-gaya tegangan permukaan ke arah dalam. Maka gelembung itu secara serentak memperbesar ukurannya. Namun dalam proses tersebut selaput air semakin tipis, pasalnya persediaan air memang terbatas. Apabila Anda terus menambahkan udara ke dalamnya, akhirnya selaput tadi tidak memiliki cadangan air lagi untuk memperluas permukaan. Akibat buruknya mulai ditebak. Gelembung-pun meletus.

Hal yang tepat sama juga terjadi pada permen karet, kecuali bahwa ahli-ahli tegangan permukaan ke arah dalam, gaya yang cenderung memperkecil gelembung atau balon berasal dari elastisitas karet dalam permen Anda. Elastisitas, seperti tegangan permukaan, seolah-olah berkata:”Kalau boleh, aku ingin menjadi bola yang sekecil mungkin”.

Cara Menghilangkan Noda

Bagaimana cara obat pemutih (laundry bleach) membedakan putih dari warna? Kelihatannya, bahan kimia yang satu ini dapat mengusir noda apapun yang tidak disukai oleh manusia, tidak peduli komposisi kimia noda tersebut, kemudian mengubahnya menjadi putih. Bagaimana cara pemutih tahu tentang yang kita ingin kan?

Pemutih tidak tahu tentang yang kita sebut putih. Yang diketahuinya olehnya hanyalah warna, karena warna jauh lebih mendasar, baik dalam pengertian kimia maupun fisika, ketimbang selera atau keinginan kita dalam soal cuci mencuci. Pemutih menyereng senyawa-senyawa kimia yang berwarna, yang kebanyakan memang memiliki sesuatu yang sama, lalu hasilnya adalah berkurangnya atau hilangnya warna, yang oleh otak kita diterjemahkan “putih”.

Sebelum saya ditegur karena menyebut putih sebagai tiadanya warna padahal di sekolah kita di beritahu bahwa putih adalah hasil penggabungan semua warna, perbolehkan saya bercerita.

Cahaya dari matahari memang mengandung semua warna yang ada dalam pelangi, semua warna dapat dilihat oleh mata manusia. Ketika semua warna dalam cahaya digabungkan, seperti terjadi pada cahaya siang hari (daylight), bagian otak kita berurusan dengan penglihatan menangkap cahaya tersebut sebagai sesuatu yang tanpa warna sama sekali. Kita menyebutnya cahaya putih.

Tapi,memang begitulah cahaya. Apa yang tampak oleh kita ketika kita melihat sebuah benda yang diterangi oleh cahaya itu? Jika benda itu memantulkan kembali semua warna yang sampai ke benda itu dalam bentuk cahaya siang di mata kita, secara adil, maka cahaya yang terpantulkan masih tidak tampak berwarna bagi kita, masih putih. Dalam hal ini kita mengatakan bahwa benda itu sendiri putih karena kita hanya dapat menentukannya berdasarkan cahaya yang dikirimkan ke mata kita.

Namun, jika benda itu memiliki kecenderungan tertentu kepada cahaya biru, misalnya, dan benda itu menyerap atau menahan sebagian unsure biru dalam cahaya siang hari sebelum memantulkan sisanya ke mata kita, maka cahaya yang kita lihat akan kekurangan unsure biru. Mata kita menangkap cahaya tanpa unsure biru sebagai kuning, maka kita menyebut warna benda tadi kuning.

Jika benda termaksud kebetulan sebuah noda pada kemeja kita yang seharusnya putih mulus (tanpa warna), noda itu tampak kuning oleh kita, maka kita segera meminta bantuan kepada bahan kimia ajaib yang di sebut pemutih untuk menghilangkannya. Kita pun akan berbuat yang sama ketika sebuah noda kebetulan menyerap unsur warna tertentu lain pada cahaya, yang pada penglihatan kita tampak sebagai warna bukan putih.

Kalau bagitu, apa dong yang sesungguhnya diperbuat oleh pemutih ketika obat ajaib itu menghilangkan warna? Bahan tersebut berbuat sesuatu terhadap molekul-molekul yang memiliki kecenderungan menyerap unsure warna, apapun warna itu, pada cahaya. Pertanyaannya adalah sekarang menjadi, bagaimana ceritanya sehingga pemutih hanya menyerang molekul-molekul yang menyerap cahaya?

Ketika sebuah zat menyerap energy cahaya, electron- electron dalam molekulnya-lah yang mengerjakan tugas itu. Dengan menyerap energy , electron- electron tadi mempromosikan diri ke tingkat lebih tinggi pada hirarki energy dalam molekul-molekul masing-masing. Molekul-molekul kebanyakan zat tampak berwarna karena mereka mengandung electron- electron yang pada awalnya memiliki status energy agak rendah, maka berhasrat sekali menyerap energy cahaya. Yang diperbuat oleh molekul-molekul pemutih adalah melahap electron- electron berstatus energy rendah itu sehingga electron- electron penyerap energy cahaya itu tidak ada lagi, dengan begitu molekul-molekul noda kehilangan kemampuan mereka untuk membuat warna (secara ilmiah : para pelahap electron ini disebut agen pengoksidasi (oxidizing agents), dalam hal ini pemutih mengoksidasi bahan berwarna).

Para pelahap electron yang lazim dipakai dalam pekerjaan laundry adalah natrium hipoklorit. Cairan pemutih yang beredar di pasaran tidak lain adalah larutan 5,25% bahan kimia tersebut dalam air biasa. Pemutih yang diwujudkan dalam wujud tepung biasanya adalah natrium perbonat, pelahap electron agak lembut yang tidak menyerang kebanyakan bahan pewarna. (Tentu saja, bahan pewarna tidak lain adalah noda yang sengaja diberikan, yang memiliki kecenderungan menyerap warna tertentu dalam cahaya).

Pelahap electron lain yang popular adalah hydrogen peroksida yang biasa di gunakan untuk memutihkan melanin, bahan pewarna gelap dalam rambut dan kulit manusia. Pemutih ini banyak di pakai oleh orang-orang yang ingin memiliki rambut berwana, pirang atau sebagainya.

Pecahan Kaca di Medan Tawuran

“Karena suatu alasan yang jelas, kaca depan mobil dibuat sedemikian rupa hingga ketika terbentur sesuatu seperti benda keras, pecahannya tidak terlontar ke mana-mana. Tapi, mengapa kaca itu tidak pecah menjadi kepingan-kepingan sangat kecil dan banyak sekali, bahkan tidak dalam wujud lempengan lebar? Kenapa demikian dapat terjadi? “

Mencegah pecahan kaca terbang berserekan relative mudah. Kaca depan mobil sesungguhnya seperti sebuah roti lapis, dengan kaca sebagai sepasang roti yang tengahnya di-isi dengan sejenis plastic bening elastic. Ketika sebongkah batu mengenai kaca depan, sebagian besar kepingan kaca tetap melekat pada plastic alih-alih terbang kemana-mana. Tapi, mengapa kaca tersebut pecah menjadi keping-keping yang sangat kecil, bukannya menjadi potongan lebar seperti ketika Anda memecahkan sehelai kaca biasa adalah sebuah soal lain lagi. Itu terkait dengan bagaimana pengolahan kaca tersebut agar menjadi lebih kuat.

Sudah barang tentu kaca mobil harus lebih kuat daripada kaca biasa. Untuk membuat bahan yang lebih kokoh, para insinyur biasa menggunkan teknik pratekan (presstressing). Artinya, sebelum dipake bahan itu telah dibebani dengan sejumlah gaya yang besanya tertentu. Maka itulah perlakuan yang telah diberikan kepada kaca depan mobil.

Ketika kaca masih bertemperatut tinggi setelah dibentuk, permukaan dan hanya permukannya di dinginkan secara mendadak. Perlakuan ini mengunci struktur molekuler kaca bertemperatur tinggi, yang memiliki struktur lebih luas daripada struktur kaca pada temperature ruang.. Ketika seluruh lembaran di biarkan menjadi dingin pelan-pelan sampai temperature kamar, bagian permukaan kaca mempertahankan struktur temperature tinggi yang pernah terbentuk, sedangkan bagian dalamnya mengkerut kembali ke structure temperature kamar yang lebih kencang. Akibatnya pada kaca tersebut ada perpaduan antara gaya tarik dan gaya tekan(tension dan compression) yang telah terkunci di dalam kaca-seperti ketika situasi Anda mengikat tumpukan buku dengan sekuat-kuatnya sehingga seluruh struktur menjadi kaku.

Energi yang tertahan terlepas secara mendadak ketika kaca itu pecah. Akibat energy tadi pecahan di suatu tempat dengan cepat merambat seperti sebuah reaksi berantai ke seluruh permukaan yang semula tegang. Karena ketegangan kaca merata di seluruh permukaan, retak atau pecah pun cenderung menyebar ke seluruh dengan bentuk seperti taburan kerikil.

“Bagaimana cara orang membuat beton pratekan (presstress concrete)?”

Mereka memainkan music Rock yang sangat keras sambil menuang adukan. Maaf, tentu saja tidak begitu caranya. Kekuatan sebuah beton pratekan bukan dengan cara memanggangnya dalam oven, seperti pembuatan pada kaca mobil. Beton pratekan adalah beton yang berisi kabel-kabel baja yang telah ditarik sampai tegang ke arah memanjang, sebelum beton mengeras. Selanjutnya kabel itu terus berkontraksi seperti karet gelang yang di renggangkan,tetapi tidak bisa karena beton terus mengeras, makan kini beton mengalami tekanan (kompresi) yang terus menerus. Beton bukan struktur bangunan yang baik untuk memikul beban tarik (tension), maka guna mengatasi kelemahan ini, batu buatan tersebut diperkuat dengan tulangan, atau dengan kabel baja seperti diatas.

Sehubungan dengan Pemanasan Bumi yang disebut Efek Rumah Kaca

Yang dimaksudkan adalah terperangkapnya radiasi inframerah oleh atmosfer bumi, yang dapat meningkatkan temperature rata-rata di permukaan seluruh bumi, sama seperti terperangkap radiasi inframerah dalam sebuah kaca yang menyebabkan temperature di dalamnya meningkat.

Temperatur keseluruhan permukaan bumi, yang dirata-ratakan untuk semua musim dan cuaca, bergantung pada keseimbangan yang tepat antara banyak radiasi yang tiba kepada kita dan banyak radiasi yang dipantulkan kembali ke angkasa. Sekitar sepertiga energy matahari yang menerpa bumi dipantulkan kembali, sisanya diserap oleh awan, daratan, laut, dan para penggemar matahari. Kebanyakan energy yang diserap segera di terbangkitkan menjadi panas, atau radiasi inframerah, sama seperti yang terjadi dalam sebuah kaca.

Di atas permukaan bumi yang meradiasikan panas ada sebuah kanopi atau tenda yang transparan, sama seperti kaca di sebuah rumah kaca. Akan tetapi kanopi itu bukan terbuat dari kaca, melainkan berwujud sebuah lapisan udara, yakni atmosfer. Seperti kaca, atmosfer bumi sangat transparan bagi semua radiasi yang dating dari matahari. Akan tetapi gas-gas tertentu di atmosfer, terutama karbon dioksida dan uap air, adalah penyerap radiasi inframerah yang sangat efisien. Sama seperti rumah kaca, gas-gas ini menahan lolosnya sebagian radiasi inframerah ke ruang angkasa, dan membuatnya terperangkat dekat permukaan bumi. Akibatnya bumi menjadi agak hangat dibanding seharusnya andaikata atmosfer tidak mengandung karbon dioksida dan uap air.

Protes radiasi yang ke bumi dan yang ke luar lagi semula senantiasa menyeimbangkan diri, alhasil planet kita, alhasil planet kita memiliki temperature rata-rata yang kurang lebih sama lebih dari ribuan tahun. Akan tetapi kegiatan manusia belakangan ini telah mengubah keadaan itu. Sejak revolusi industry dimulai sekitar ratusan tahun silam, kita telah membakar batu bara, gas alam, produk-produk minyak bumi dengan laju yang terus meningkat. Ketika semua bahan bakar ini di bakar ini di bakar, proses tersebut menghasilkan karbon dioksida yang selanjutnya melayang ke udara. Akibatnya jumlah karbon dioksida di atmosfer telah meningkat sekitar 30% dibanding dengan ratusan tahun silam. Makin banyak karbon dioksida berarti makin banyak radiasi inframerah yang terperang dan makin tinggi temperature.

Besar pemanasan bumi yang di dapatkan oleh tambahan karbon dioksida sebanyak itu sulit didapatkan. Di satu pihak, lautan dan hutan mengurangi efek tersebut dengan menyerap karbon dioksida dari udara. Dipihak lain, hutan hujan di dunia yang tersisa dengan cepat semakin berkurang akibat penebangan dan pembakaran tak terkendali, yang pada gilirannya memperumit masalah dengan menyumbangkan karbon dioksida lebih banyak lagi ke udara. Walaupun kita mungkin tidak dapat menentukan besar pemanasan bumi yang di sebabkan oleh karbon dioksida buatan manusia, kenyataan telah membuktikan bahwa temperature rata-rata bumi naik secara tidak wajar selama ratusan tahun-tahun terakhir, dan muungkin akan masih naik lagi antara 0,8o C hingga 2,5o C selama ratusan tahun mendatang karena jumlah karbon dioksida di udara menjadi dua kali lipat.

Kenaikan temperature beberapa derajat saja mampu berakibat sebuah bencana. Jika suhu di Kutub Utara dan Kutub Selatan menjadi lebih hangat, sejumlah besar es yang mencair akan menaikkan tinggi permukaan air laut dan akan menenggelamkan kota-kota pantai di seluruh dunia. Dampak yang paling ringan adalah perubahan pola cuaca bumi, dengan konsekuensi bermakna yang harus di tanggung oleh system produksi pangan dan pasokan air. Rumah kaca alami planet kita boleh jadi sama mudah pecahnya dengan rumah kaca tanaman yang betul-betul terbuat dari kaca.

Keajaiban Seputar Cuci Mencuci

”Kemasan setiap detergen pencuci pakaian selalu bertuliskan “baru”,”disempurnakan”,”unik”, dan diakui lebih baik daripada produk-produk sejenis. Apakah semua itu sesungguhnya sabun?”

Bukan. Detergen yang dimaksudkan di atas tidak sama dengan sabun, walaupun sabun juga detergen. Kata”detergen” yang berarti membersihkan sesuatu, berasal dari kata Latin adalah detergene yang berarti menghapus.

Setelah lebih dari dua ribu tahun menggunakan sabun, yang mudah dibuat, cukup dengan memasak abu kayu dengan lemak hewani (padahal kita tahu bahwa dasar ini kotor dan menjijikan), orang akhirnya menciptakan detergen sintesis, yang dalam banyak hal dapat bekerja lebih baik daripada sabun. Sekarang “deterjen” hanya digunakan untuk ramuan-ramuan bahan kimia tiruan yang sering mengambil ruang banyak sekali di toko-toko swalayan.

Semua detergen, termasuk sabun adalah surfaktan, senyawa kimia dengan keistimewaan dapat mempertemukan minyak dengan air. Kebanyakan kotoran melekat ke kulit, pakaian, perabot rumah tangga, perabotan makan, mobil kita berkat bantuan selaput berminyak yang lengket. Apabila kita dapat membujuk selaput minyak itu untuk bersedia ikut dengan air berarti lepaslah “lem” yang semula merekat kotoran ke kulit, pakaian dan sebagainya. Tetapi, semua botol dan kotak warna-warni di rak toko umumnya berisi sejumlah bahan kimima lain di samping surfaktan. Lalu, bagaimana tiap pabrik terus mengaku bahwa produk mereka berbeda atau lebih bik disbanding produk para pesaing?

Berikut ini daftar bahan yang mungkin berada di balik produk-produk pencuci pakaian, sabun, pembersih kaca, deterjen pencuci piring dan sebaginya sebagainya selain surfaktan. Lalu,bagaimana tiap pabrik terus mengakui bahwa produk mereka berbeda atau lebih baik dibandingkan produk para pesaing?

Berikut ini daftar bahan yang mungkin berada di balik produk-produk pencuci pakaian, sabun, pembersih kaca, detergen pencuci piring dan sebagainya selain surfaktan. Dan jangan melupakan unsure paling mahal di anatara semua tadi (iklan). Kita tahu bagaimana iklan untuk produk-produk tersebut.

Asam dan Alkali : Asam memudah kan pelepasan endapan mineral, sedangkan alkali berguna melawan kotoran berlemak dan berminyak. Sebagai contoh adalah asam asetat, asam sitrat, ammonia.

Agen Antimikroba : Untuk membasmi mikro-organisme penyebab penyakit. Sebagai contoh minyak pinus, trikloban, triklosan.

Agen antideposisi : Sesudah berhasil melepaskan kotoran, kita ingin kotoran-kotoran itu tidak kembali seperti semula. Sebagai contoh karboksimetil selulosa, polietilena glikol, natrium silikat.

Pengelantang : Menghilangkan noda dengan cara “memutihkan dn mencerahkan” pakaian Anda. Sebagai contoh natrium hipoklorit (chlorine bleach) natrium perbonat (colir safe bleach).

Anti sadah : Mengatasi kesadahan air yang mengurangi kinerja surfakan. Sebagai contoh Natrium karbonat (soda cuci), natrium tripolifosfat. Yang belakangan merupakan salah satu fosfat paling tidak disukai dalam detergen. Jika fosfat masuk ke saluran pembuangan rumah tangga kemudian ke sungai-sungai dan danau-danau nereka dapat merusak lingkungan dengan mengganggu keseimbangan ekologis. Fosfat menyebabkan ganging tumbuh berlimpah dan ketika air tidak mampu mendukung perluasan lebih lanjut, mereka mati. Gangang mati mengundang bakteri berpesta-pora, namun bakteri melahap oksigen, bangkai-bangkai ikan menjadikan pesta pora bakteri makin semarak, demikian seterusnya. Karena alasan ini fosfat tidak boleh lagi digunakan dalam detergen.

Penghambat korosi : Melindungi komponen-kompenen logam dalam mesin cuci atau perabotan masak. Sebagai contoh natrium silikat.

Enzim : Adalah bahan kimia alami yang mempercepat reaksi-reaksi kimia alami. Dalam produk pencuci mereka mempercepat penghancuran noda-noda tertentu, misalnya getah. Sebagai contoh adalah protese dan selulose.

Agen pelembut kain : Melembutkan bahan dan mengendalikan listrik statis. Contohnya adalah senyawa ammonium kuetener.

Pengharum : Menyembunyikan bau-bau dari semua bahan lainnya dan menjadikan kita mengira cucian kita menjadi “segar”, apapun artinya.

Pencerah Optik : Membuat pakaian Anda tampak lebih cemerlang dengan mengubah cahaya kuning atau cahaya ultra ungu yang tidak kelihatan menjadi cahaya kebiruan dan keputihan. Contohnya stilbena disulfanat.

Pengawet : Melindungi produk dari Oksidasi, hilangnya warna dan serangan bakteri. Contoh hidroksitoluena butilat, EDTA.

Pelarut : Agar semua bahan terlarut dalam produk berwujud cair. Contohnya etil alcohol, propilena glikol.

Agen pengendali dadih (suds) : Mengendalikan jumlah didih atau setidaknya mengusahakan agar tidak menjadi kerak. Contoh alkanolamida dan sabun.

Hidup di dunia cuci mencuci tidak sederhana ketika kita masih menggosok lemak kambing di campur abu kayu….

Mengapa minyak baik untuk dijadikan pelumas?

Jelas sekali, karena minyak sangat licin bro. Akan tetapi apa yang membuatnya zat ini jadi licin?
Semua zat cair sebetulnya licin, tetapi pada tingkat yang berbeda-beda. Lantai atau jalan raya yang basah-maksud saya, basah karena air-menyembunyikan hantu berbahaya yang dapat membuat banyak pengacara mempunyai uang berlimpah untuk membeli busana perlente. Kendatipun demikian air tidak digunakan sebagai pelumas dalam mesin kita karena tidak cukup licin dan dapat menguap.
Minyak jauh lebih licin daripada air karena molekul-molekulnya dapat saling selip dengan mudah daripada molekul-molekul air. Dan karena zat cair pada hakikatnya adalah sekumpulan molekul yang satu sama lain dapat saling selip, Anda tidak usah heran jika zat cair licin, selicin ketika Anda terpeleset oleh kelereng yang berserakan di lantai.
Molekul-molekul air tidak saling selip semudah molekul-molekul minyak karena molekul-molekul itu memiliki kelengketan yang cukup besar--tarik-menarik yang cukup kuat di antara sesama molekul. Tarik-menarik antar molekul yang dialami oleh air terutama karena molekul-molekul itu mengandung atom-atom oksigen, dan kita tahu bahwa air mengandung oksigen, oksigen adalah O dalam rumus kimianya H2O.
Akan tetapi, molekul-molekul minyak,yakni molekul-molekul hidrokarbon yang membentuk bahan kimia peka dan licin berwarna hitam-juga disebut minyak bumi-hanya terdiri atas atom-atom hidrokarbon dan karbon. Tanpa atom oksigen sama sekali. Itu sebabnya mereka tidak terlalu lengket sehingga dapat saling selip dengan lebih mudah. Maka jadilah bahan ini pelumas yang baik.

Senin, Agustus 31, 2009

Mengapa langit berwarna biru?

Tidak ada buku sains yang bisa disebut lengkap jika tidak menjawab pertanyaan berikut. Mengapa langit berwarna biru?
Langit tampak biru dengan alasan yang sama seperti kenapa asap rokok berwarna biru ; partikel-partikelnya yang sangat kecil membaurkan cahaya biru.
Tentu saja, udara murni tidak berwarna, artinya semua cahaya (warna) yang panjang gelombangnya dalam spektrum cahaya nampak dapat melewatinya tanpa penyerapan. Akan tetapi udara mengandung molekul-molekul, bahkan sering tersuspensi dengan debu yang partikel-partikel dengan debu yang partikelnya lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya nampak, karena itu menyebabkan sebagian cahaya terbaur. Seperti dalam kasus partikel-partikel asap rokok, cahaya biru terbaurkan lebih banyak dibandingkan warna-warna lain, yang cenderung berjakan lurus melalui udara tanpa perubahan arah yang berarti.
Ketika kita memandang ke langit, kita melihat semua warna dalam cahaya matahari yang akan datang ke arah Anda, terutama dari arah yang agak menyerong-tergantung posisi matahari di atas Anda. Akan tetapi selain itu, kita mendapatkan tambahan cahaya biru yang di baurkan oleh udara dari berbagai arah. Oleh karena itu, kita mendapatkan cahaya biru lebih banyak dari yang dikirimkan oleh matahari langsung kepada Anda, maka langit tampak biru daripada cahaya mataharinya sendiri

Kenapa bir yang hangat tidak berbuih??

Lebih banyak gas dapat terlarut dalam sebuah zat cair ketika sedang dingin dibanding ketika panas. Atau seperti kata pakar kimia, kelarutan sebuah gas dalam zat cair meningkat sejalan dengan penurunan temperatur (Tapi itu bahasa orang Kimia).
Dalam bahasa awam, mengapa karbon dioksida memilih meninggalkan bir hanya karena suhu semakin hangat? Dari pengalaman sehari-hari, kita mungkin berharap bahwa ketika bir menjadi hangat, cairan penyegar itu seharusnya mampu melarutkan apa pun lebih banyak, bukan sebaliknya. Bukankah gula lebih mudah larut dalam teh panas ketimbang dalam es teh? Lalu mengapa gas harus berbeda?
Jawabnya terletak pada peran yang di mainkan oleh panas dalam proses pelarutan. Dan ini bisa rumit sekali.
Ketika sebuah zat terlarut dalam air, molekul-molekulnya saling terpisah dan menyebar sendiri ke seluruh badan air. Perubahan-perubahan yang lain bisa saja terjadi pada saat yang sama, tergantung pada zat yang dimasukkan. Sebagai contoh, molekul-molekul itu mungkin melekatkan diri ke sekolompok kecil molekul-molekul air, atau mungkin bereaksi secara kimia dengan air, atau terpecah menjadi fragmen-fragmen dengan muatan listrik berbeda, atau bahkan mengalamai hal-hal yang sulit dibayangkan.
Semua proses ini entah menggunakan atau melepaskan energi dalam bentuk panas. Maka panas memainkan peran yang penting sekali, meskipun sangat berbeda-beda-dalam melarutkan berbagai zat. Hasil netto-nya, ada zat yang dengan rakus menyerap panas berlebih dalam air panas lalu menggunakannya untuk melarutkan diri lebih banyak, sementara ada zat lain yang justru lebih sulit larut dalam air panas ketimbang dalam air dingin. Bahkan orang kimia pun tidak selalu dapat meramalkan perilaku sebuah zat yang sama.
Walaupun demikian, dalam kasus gas, kita dapat membuat generalisasi. Ketika gas larut dalam air, mereka semua meyerahkan energi dalam wujud panas. Maka kita dapat mengatakan (juga saya) bahwa gas terlarut tidak menyukai panas, mereka selalu mencoba mengusir panas. Artinya mereka akan lebih mudah larut dalam lingkungan yang dingin, dan sebaliknya mereka enggan larut dalam lingkungan yang panas, misalnya air panas.
Coba deh! Misalkan segelas air dingin kita biarkan di udara terbuka selama beberapa jam maka ketika air itu menjadi hangat, kita akan melihat gelembung-gelembung udara terbentuk pada dinding gelas. Udara larut dalam air dingin, tetapi air lebih hangat tidak dapat menahan udara sebanyak yang sama. Air itu"kempis", sama seperti bir dalam gelas terbuka.

Lampu Neon atau Neon Sign???

“Bagaimana sih cara membuat warna-warni dalam papan lampu reklame (neon sign)? Apakah hanya kacanya yang diwarnai?”

Bukan. Warna-warni itu berasal dari atom-atom yang berpendar akibat perangsangan arus listrik. Kejadiannya hampir sama dengan pembuatan warna-warni dalam kembang api. Rangsanglah atom-atom dengan berenergi, maka mereka dengan cepat akan melepaskan kembali energi berlebih itu melalui pancaran cahaya dengan warna khas masing-masing.

(Untungnya) ada beberapa perbedaan antara kembang api dan papan lampu reklame. Pada lampu reklame, atom-atom gas disitu dirangsang oleh arus listrik tegangan tinggi melalui tabung dari ujung satu ke ujung lainnya. Jika gas itu kebetulan neon, warna cahayanya yang khas adalah merah jingga.

Gas lain memberikan warna cahaya berbeda ketika dirangsang oleh arus listrik. Sebagai contoh helium membuat cahaya merah jambu keunguan, argon membuat warna ungu kebiruan, kripton membuat warna ungu pucat, dan xenon membuat warna kebiruan. Warna-warna lain dibuat menggunakan bahan padat yag berpendar dan menghasilkan warna-warna sendiri.

Susahnya,walaupun gas yang dimasukkan ke dalam tabung lampu reklame sekarang bermacam-macam, sulit mengubah kebiasaan orang menyebutnya “lampu neon”atau “neon sign

Cara Kerja Tongkat Berpendar...

Yang kita maksudkan adalah sebatang tongkat plastik berisi cairan kimia buatan Omniglow atau perusahaan sejenis yg dijual pada pasar malam, festival, dan konser yang mulai memancarkan cahaya berpendar warna hijau kuning atau biru setelah kita menekuknya, dan cahaya itu pelan-pelan akan meredup setelah kira-kira 1jam.

Sekarang kita tahu bahawa warna berpendar perlu dirangsang dengan menyerap energi sebelum dapat memancarkan kembali energi dalam wujud cahaya. Tetapi, energi untuk merangsang tidak harus berasal dari cahaya tampak atau radiasi ultraungu, rangsangan itu juga dapat berasal dari enegi panas, energi listrik atau energi kimia. Ketika kita menekuk tongkat lampu berpendar, sebuah kapsul kecil dari kaca yang ada didalamnya pecah, padahal kapsul itu berisi bahan kimia yang berisi hydrogen peroxide, yang segera bereaksi dengan bahan kimia lainnya dalam tabung. Reaksi yang terjadi melepaskan energy, yang segera ditangkap pewarna berpendar dan pada gilirannya memancarkan kembali energy tersebut dalam wujud cahaya. Sementara reaksi kimia pelan-pelan surut setelah bahan kimianya terpakai, cahayapun ikut memudar.

Kini mungkin ingin tahu tentang caranya bagaimana sesungguhnya molekul menyerap cahaya, dan apa penentu panjang gelombang yang harus dapat diserap. Jika rasa penasaran tidak sampai membuat kurang tidur, kita boleh melewatkan bagian ini ..

Sebuah molekul menahan semua elektron milik atom-atom yang membentuknya (molekul tidak lain dari kumpulan atom-atom yang saling lekat). Tetapi, electron-electron termasuk semua partikel sub-atomic, mempunyai sifat-sifat ganjil yang khas, mereka hanya dapat memiliki tingkat-tingkat energy tertentu (dalam bahasa ilmiah : Energi electron- electron terkuantifikasi). Sebagai contohnya, electron- electron dalam jenis molekul tertentu dapat memiliki energy –energy A,B. C atau D dan sebagainya, tetapi tidak pernah A setengah, atau C tiga seperempatnya. Mereka dapat mengubah tingkat energy ke atas atau kebawah diantara harga-harga A, B, C, D, yang artinya dari A ke B atau dari D ke C dan sebagainya, tetapi tidak pernah mempunyai harga yang tidak bulat. Belum ada orang mampu memberikan alasannya, begitulah adanya. Ketika pengamatan kita sampai kesuatu pengamatan yang lebih kecil dari atom, dunia tersebut berbeda dari dunia besar yang sehari-hari kita amati.

Karena setiap zat yg unik memiliki molekul-molekul nya sendiri yang unik, zat itu akan memiliki kumpulan electron unik masing-masing dengan seperangkat tingkat energi yang juga unik. Ketika energy cahaya menyentuh suatu zat, elektron-elektron hanya akan meyerap energy-energy yang terkait dengan lompatan-lompatan energy yang diperbolehkan dari A, naik ke B atau ke C dan seterusnya, sedangkan yang lainnya akan ditolak dan dipantulkan. Ini mengandung arti bahwa suatu zat sesunguhnya memiliki energi-energi (panjang gelombang) cahaya yang disukainya, sedangkan lainnya dipantulkan sebagai cahaya. Maka, itulah sebabnya setiap zat bewarna memiliki warna sendiri-sendiri, warna panjang gelombang panjang yang tidak dapat diserapnya dan dipantulkan kembali ke-mata kita.

Buatan Manusia Yang Memperindah Langit Malam

Pernah kah kalian ketika menyaksikan kembang api menjelang tahun baru? Apakah yang membuat warna warni dalam kembang api?

Mereka menambahkannya bahan-bahan kimia ke dalam campuran bahan peledak, yakni bahan yang memancarkan warna cahaya tertentu ketika mengalami panas, yakni bahan yang memancarkan warna cahaya tertentu ketika mengalami panas. Anda dapat melemparkan bahan kimia yang sama ke perapian atau api unggun jika menurut Anda api hijau, misalnya terasa lebih romantik.

Ketika Anda melemparkan sebuah atom ke dalam sebuah nyala api, atom itu dapat mengambil sebagian energi api dengan membuat elektron-elektronnya bergerak lebih cepat. Elektron-elektron “beringas” ini sebetulnya ingin kembali ke tingkat energi alami yang lebih santai (dalam bahasa ilmiah disebut ground state). Cara termudah bagi mereka untuk melakukannya adalah melepaskan energi lebihan mereka dalam bentuk semburan cahaya. Jika cukup banyak atom dalam sebuah nyala api secara serentak mengambil energi panas dan melemparkannya kembali dalam bentuk cahaya, kita dapat menyaksikan sebagai cahaya yang sangat terang.

Setiap jenis atom atau molekul pada awalnya memiliki seperangkat energi elektron yang unik. Maka, tiap jenis atom atau molekul dalam nyala api akan mengambil dan melemparkan kembali jumlah energi yang unik pula. Itu sebabnya atom dan molekul berbeda akan menancarkan panjang gelombang atau warna cahaya berbeda. (Dalam bahasa ilmiah : setiap atom atau molekul memiliki spektrum emisi unik masing). Sayangnya bagi pabrik kembang api, kebanyakan atom molekul memancarkan cahaya dalam warna-warni yang tidak tampak oleh manusia ; di daerah spektrum ultra ungu atau inframerah. Bagaimanapun, masih ada atom-atom unsur tertentu yang memancarkan warna-warna cemerlang dalam daerah spektrum cahaya nampak sehingga dapat kita nikmati.

Berikut ini beberapa jenis atom (dalam bentuk senyawa kimia masing-masing) yang di gunakan untuk membuat warna-warna dalam kembang api, merah didapat dari stronsium (paling sering dipakai) untuk membuat cahaya berwarna crimson (merah tua keunguan), kalsium untuk membuat warna merah kekuningan, lithium untuk membuat warna kuning hijau terang. Hijau didapat dari barium (paling sering dipakai) untuk membuat warna hijau kekuningan, tembaga untuk membuat warna hijau zamrud, telurium untuk membuat warna hijau rumput, thalium untuk membuat warna hijau kebiruan, seng untuk membuat hijau keputihan. Biru didapat dari tembaga (paling sering dipakai) untuk membuat warna azure (biru langit cerah), arsenikum untuk membuat warna biru muda, timbal untuk membuat warna biru muda, selium juga digunakan untuk membuat warna biru muda. Ungu didapat dari cesium untuk membuat warna ungu kebiruan, kalium untuk membuat warna ungu kemerahan, dan rubidium untuk membuat warna ungu.

Coba deh, Jika kalian menjumpai kesempatan membuat atau mengikuti beberapa acara api unggun, baik di gunung maupun di pantai, taburkan sedikit garam meja atau bubuk natrium bikarbonat (soda kue) ke atasnya maka Anda akan menyaksikan nyala kuning cemerlang yang telah dihasilkan oleh unsur natrium. Jika Anda memiliki bahan penggati garam, coba taburkan bahan itu (biasanya kalium klorida), maka Anda akan mendapatkan nyala khas kalium yang ungu kemerahan. Jika Anda membawa lithium untuk pengobatan manic depressive (semacam gangguan mental), hiburlah diri Anda dengan membuat nyala berwarna paling indah dalam hidup Anda.

Jumat, Agustus 28, 2009

Cara membuat Freeze Dried Coffee

Bagaimana cara orang membuatnya? Melalui sublimasi es. Freeze Dried Coffee berbeda dari kopi instan biasa dalam sau hal yang penting. Untuk membuat bubuk minuman siap saji (fast beverage powder) manapun, mereka mula-mula membuat kopi yang sangat kental terlebih dahulu. Apabila yang mereka buat adalah kopi instan, mereka dengan cepat mengeringkan kopi kental tadi dengan memasukkan ke dalam sebuah wadah bertemperatur sangat tinggi. Seluruh airnya menguap sedangkan padatan berwujud bubuk terkumpul di bawahnya. Sayangnya, pemanasan tersebut menyebabkan sebagian bahan kimia yang paling didambakan dari kopi ikut menguap.
Dipihak lain, ketika orang membuat Freeze Dried Coffee, mereka membekukan kopi kental menjadi blok-blok es kopi yang padat. Selanjutnya mereka menggilingnya menjadi butir-butir agak kasar dan menaruhnya dalam ruang hampa. Disana molekul-molekul air dihisap langsung dari es, melalui sublimasi. Kebanyakan pecandu kopi siap saji percaya bahwa dibanding kopi instan biasa, Freeze Dried Coffee memiliki aroma kopi lebih lengkap

Lampu Neon

"Bagaimana sih cara membuat warna-warni dalam papan lampu reklame (neon sign)? Apakah hanya kacanya yang diwarnai?"
Bukan. Warna-warni itu berasal dari atom-atom yang berpendar akibat perangsangan arus listrik. Kejadiannya hampir sama dengan pembuatan warna-warni dalam kembang api. Rangsanglah atom-atom dengan berenergi, maka mereka dengan cepat akan melepaskan kembali energi berlebih itu melalui pancaran cahaya dengan warna khas masing-masing.
(Untungnya) ada beberapa perbedaan antara kembang api dan papan lampu reklame. Pada lampu reklame, atom-atom gas disitu dirangsang oleh arus listrik tegangan tinggi melalui tabung dari ujung satu ke ujung lainnya. Jika gas itu kebetulan neon, warna cahayanya yang khas adalah merah jingga.
Gas lain memberikan warna cahaya berbeda ketika dirangsang oleh arus listrik. Sebagai contoh helium membuat cahaya merah jambu keunguan, argon membuat warna ungu kebiruan, kripton membuat warna ungu pucat, dan xenon membuat warna kebiruan. Warna-warna lain dibuat menggunakan bahan padat yag berpendar dan menghasilkan warna-warna sendiri.
Susahnya,walaupun gas yang dimasukkan ke dalam tabung lampu reklame sekarang bermacam-macam, sulit mengubah kebiasaan orang menyebutnya "lampu neon"atau "neon sign"

Selasa, Agustus 25, 2009

Habis di pakai terus hilang

Untuk menghemat energi dan sumber-sumbernya, dewasa ini kita mendaur ulang hampir segala sesuatu. Dapatkah kita mendaur ulang energi itu sendiri?

Jelas sekali, andaikata yang Anda maksudkan dengan daur ulang adalah mengubah sesuatu ke dalam bentuk yang lebih bermanfaat. Kita mengerjakan sepanjang waktu. Pembangkit listrik mengubah air,batu bara, atau energi nuklir menjadi listrik. Dengan pemanggang roti kita mengubah energi listrik menjadi panas. Dalam mesin mobil kita mengubah energi kimia menjadi energi gerak (energi kinetik). Bentuk energi yang berbeda-beda, semua dapat saling dipertukarkan yang kita perlukan hanyalahmenemukan mesin yang tepat untuk mengerjakan tugas itu.
Namun ada sesuatu yang tidak disangka-sangka-yang barangkali paling besar dalam pemaham tentang seluruh jagat raya. Setiap kali kita mengubah energi, kita kehilangan sebagian nilainya. Itu tidak hanya karena peralatan kita kurang efisien atau karena kecerobohan kita, penyebabnya mendasar. Masalahnya seperti menukar mata uang di negeri asing, tampaknya ada agen penukaran energi kosmos yang karena sudah kebiasaan selalu mengambil bagian untuknya sendiri dari tiap transaksi yang terjadi. Nama agen penukaran energi kosmos ini adalah Hukum Kedua Termodinamika.
Sesungguhnyalah ini sebuah canda membawa kabar baik sekaligus kabar buruk.
Pertama, kabar bainya. Sebelumnya kita suda mengenal Hukum Kekekekalan Energi, yang juga dikenal sebagai Hukum Pertama Termodinamika. Hukum tersebut mengatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Energi dapat saling dipertukarkan dari wujud yang satu ke wujud yang lain dan sebalinya, panas, cahaya, kimia, listrik, massa dan sebagainya, tetapi menurut Hukum Pertama Termodinamika kuantitas energi itu harus tetap sama, energi tidak pernah hilang begitu saja. Jumlah massa-energi di jagat raya telah ditetapkan pada waktu semua diciptakan. Kita tidak pernah dapat kehabisan energi.
Luar biasa bukan! Berarti yang harus kita perbuat hanyalah terus mengubah dan mengubah kembali energi ke dalam bentuk apapun yang kebetulan kita perlukan pada suatu saat, cahaya dari sebuah lampu, listrik dari sebuah baterai, gerak dari sebuah mesin-dan terus menggunakan sekehendak hati. Kita akan mendaur ulang energi yang sama seperti kita mendaur ulang kaleng aluminium. Sungguhkan begitu?
Sayangnya, ternyata itu salah. Berikut ini kabar buruknya, Hukum Kedua Termodinamika mengatakan bahwa setiap kali kita mengubah energi dan terwujud satu ke wujud lain, kita kehilangan sedikit dari kemanfaatan keseluruhan, Kita tidak dapat menghilangkan energinya sendiri - Hukum Pertama Melarang dengan keras - tetapi kita kehilangan sebagian dari kemampuannya berkarya. Dan jika Anda tidak dapat memanfaatkannya, apa baiknya energi bagi kita?
Alasan hilangnya sebagian kemampuan bekarya tadi adalah karena setiap kali kita mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain, sebagian di antaranya berubah menjadi energi panas, entah kita kehendaki atau tidak.
Sekitar 60% energi dalam batu bar yang di bakardi pembangkit tenaga listrik tenaga uap menghasilkan limbah berupa panas, hanya sekitar 40% diantaranya berubah menjadi listrik, sementara sebagian listrik itu pun hilang diperjalanan melalui kabel-kabel yang direntangkan tinggi di udara. Selanjutnya,98 energi listrik yang Anda antarkan ke sebuah bola lampu juga berubah menjadi panas. Sebagian besar energi kimia dalam bahan bakar bensin keluar dari radiator dan pipa gas buang dalam bentuk panas.
Bahkan andaikata semua pekerjaan rumit di atas 100% efesien, sebagian panas mau tidak mau akan hilang. Bahkan ketika air terjun menggerakkan kincir atau turbin, sebagian kecil energi air hilang sebagai panas gesekan pada poros kincir.
Mengharapkan panas tidak terbentuk sama sekali dengan mengharapkan tidak ada gesekan sama sekali. Dan mengharapkan tidak ada gesekan sama sekali akan sama dengan mengharapkan sebuah mesin terus bekerja tanpa mengalami perlambatan.Perpetual motion. Energi tidak berasal dari manapun. Dan itu mustahil (Lihat hukum pertama).Oleh sebab itu, dimana pun energi dikaryakan, pasti ada panas yang terbentuk walau sedikit.
Akan tetapi panas masih tergolong energi, bukan? Betul. Lalu, bukankah kita tinggal mengambil panas itu kemudian menyuruhnya bekerja kembali agar menjadi energi yang lebih berguna?
Sekarang kabar yang betul-betul buruk seputar Hukum Kedua. Kita sungguh dapat mengerjakannya, tetapi tidak sepenuhnya. Sementara bentuk-bentuk energi lain dapat diubah 100% menjadi panas, panas tidak dapat di ubah 100% ke dalam bentuk lain, mengapa?
Karena panas adalah gerak molekul-molekul acak, tidak beraturan,dan begitu pula dengan energi Anda berada dalam kondisi serba kacau (choutic), tidak ada jaminan bahwa Anda dapat memerintah mereka bekerja sesuia kehendak Anda. Bayangkan Anda mempunyai sebuah gerobak yang di hela oleh beberapa ekor kuda tetapi masing-masing ingin berlari ke arah yang berbeda.
Maka sedikit demi sedikit, sambil menunggu bumi selesai berpusing, semua energi tanapa kenal ampun berubah menjadi panas yang di luar pengendalian kita. Segenap energi di dunia pelan-pelan berubah menjadi gerak partikel-partikel yang tiada guna dan serba kacau. Makin banyak kita menggunakan energi, makin banyak energi yang hilang.
Jagat raya pada hakikatnya semakin renta, sama seperti sebuah baterai murahan. Kita berada di sbuah satu arah yang menurun. Namun, setidaknya, selamat menikmati hari-hari yang masih tersisa.




Senin, Agustus 24, 2009

Tolong cairan anti beku saya membeku.....!!!!!!!

"Sewaktu saya di London, karena menduga akan menghadapi musim dingin yang kelewat dingin, saya mengosongkan sistem pendingin mobil saya kemudian mengganti seluruh isinya dengan cairan anti beku murni, alih-alih campuran 50-50 dengan air. Belakangan seorang mekanik mengatakan kepada saya bahwa cairan anti beku murni justru membeku pada temperatur lebih tinggi dibanding cairan yang telah dicampur dengan air. Betul kah itu?"

Kedengarannya memang aneh, tetapi mekanik itu betul sekali. Campuran 50-50 etilena glikol dan air tidak akan membeku sampai temperatur turun serendah kira-kira minus 37 derajat Celcius, sedangkan cairan antibeku murni akan membeku pada sekitar minus 12 derajad Celcius. Berikut penjelasan saya.
Kebetulan, mencampur bahan apa pun (hampir semua bahan) ke dalam air akan menurunkan titik bekunya lebih rendah daripada harga normal untuk air yang nol derajat Celcius. Pada prinsipnya, Anda dapat menambahkan garam, gula, sirup nanas, atau asam sulfat ke dalam pendingin Anda dan semua tadi akan bekerja dengan baik, tetapi karena alasan yang jelas itu di anjurkan.
Pada masa-masa awal pemakaian mobil, orang kadang-kadang memang menggunakan gula dan madu sebagi bahan antibeku. Belakangan, alcohol menjadi populer, tetapi bahan ini terlalu mudah menguap. Sekarang kita menggunakan sebuah cairan kimia tidak berwarna, disebut etilina glikol, yang tidak menguap. Cairan anti beku komersial juga mengandung pencegah karat dan bahan pewarna yang memudahkan menemukan titik-titik kebocoran dalam sistem pendingin, selain teknologi pembuatannya yang lebih canggih.
Keampuhan perlindungan bahan terlarut ini terhadap pembekuan terkait dengan pembedaan mendasar antara tatanan molekul-molekul dalam wujud cair (misalnya air) dan dalam wujud padat (misalnya es).
Dalam air, seperti dalam semua zat cair, molekul-molekul mengembara dengan bebas seperti segumpal cacing kecil yang di taruh dalam sebuah gelas.
Mereka saling akrab dengan yang lain tetapi tidak terikat dalam posisi yang tetap, seperti ketika dalam wujud padat. Itu sebabnya Anda dapat menuangkan zat cair, tetapi tidak dapat berbuat yang sama terhadap zat padat.
Agar air yang cair dapat membeku, molekul-molekulnya harus diperlambat dan di tata ke posisi masing -masing yang harus tepat sesuai dengan jati dirinya, maka terjadilah kristal es yang kaku. Jika air diberi waktu yang cukup untuk menemukan posisi masing-masing yaitu jika molekul-molekulnya diperlambat secara pelan-pelan dan berurutan melalui pendinginan bertahap-air dapat membentuk bongkahan-bongkahan es agak besar. Dan itulah tepatnya yang kita takutkan ketika air membeku di tempat tertutup, volumenya memuai, dan tekanan yang mereka hasilkan sanggup memecahkan saluran pendingin dalam blok mesin.
Molekul-molekul asing dalam air, umpama etilena glikol, mengubah atau mengganggu proses membeku ini dalam dua cara. Pertama, cukup dengan menyebar ke seluruh ruang, kemudian mengganggu molekul-molekul air yang sedang berusaha mencari posisi masing-masing sesuai wangsit dari leluhur untuk membentuk kristal-kristal es padat. Tugas mereka mirip satuan petugas anti huru-hara yang menyebar ke tengah massa beringas dan mencegah mereka membentuknya kristal-kristal es yang membeku, yang terjadi adalah sekumpulan kristal es kecil-kecil, alih-alih satu gunung es sekeras cadas yang dapat meremukkan balok mesin.
Akan tetapi pengaruh utama molekul-molekul asing pada air adalah membuatnya tidak membeku sampai temperatur lebih rendah daripada seharusnya. Dalam hal ini molekul-molekul etilena glikol berfungsi "mengencerkan" air, yakni mengurangi jumlah molekul air yang dapat berkumpul di satu titik untuk membentuk sebuah kristal es. Campuran molekul-molekul air dan molekul-molekul etilena glikol dengan demikian memerlukan temperatur lebih rendah lagi agar dapat membuat molekul-molekul air melambat dan akhirnya menemukan posisi masing-masing untuk membentuk sebuah kristal es.
Kalau begitu, mengapa etilena glikol murni malahan membeku pada temperatur lebih tinggi dibanding sistem dengan campuran 50-50?
Etilena glikol membeku lebih cepat karena titik bekunya adalah minus 12 derajat Celcius. Sedangkan pada campuran 50-50 molekul-molekulnya digangu oleh molekul-molekul etelina glikol. Cuma di sini arahnya berbeda. Dalam hal ini menurunkan titik beku etelina glikol, dari minus 12 derajat Celcius menjadi minus 37 derajat Celcius. Maka etilena glikol yang dicampur dengan air tidak mudah membeku seperti ketika dalam keadaan murni. Dengan kata lain, air juga berfungsi sebagai cairan antibeku bagi obat anti beku.

"Label pada kemasan cairan antibeku mengatakan bahwa selain menjaga agar cairan pendingin tidak beku, obat ini juga menjaga agar campuran tersebut tidak mudah mendidih. Kenapa mendidih terkait dengan membeku?"

Ketika menganggu molekul-molekul air, bahan terlarut idak hanya menurunkan titik beku, tetapi juga menaikkan titik didihnya sehingga molekul-molekul air lebih sulit kabur ke udara. Dengan etilena glikol terlarut di dalamnya, air pendingin harus mencapai temperatur lebih tinggi daripada biasanya agar dapat mendidih sampai 108 derajat Celcius. Bagaimanapun, manfaatnya tidak terlalu terasa sebab sistem pendingin model sekarang biasanya bertekanan, dan pada tekanan tinggi titik didih baik air maupun etilena glikol sudah lebih tinggi daripada ketika berada dalam tekanan atmosfer.

Perlu di ingat ! Dalam sistem pendingin sebuah mobil, cairan anti beku murni akan membeku lebih cepat daripada campuran cairan antibeku dan air. Dalam hal ini air menjaga agar cairan antibeku tidak mudah membeku.

Buktinya ada di dalam minuman Anda sendiri

Anggur dan wiski mempunyai kemasan dengan label yang menyatakan kekuatan alcoholnya dengan satuan"proof" atau dalam "persen alcohol menurut volume". Dari mana asal istilah "proof" dan apa arti "ungkapan menurut volume"?
Istilah proof mulai dikenal dalam abad ke-17 ketika orang membuktikan atau menguji, kadar alcohol dalam wiski dengan membasahi bubuk mesiu menggunakan minuman tersebut kemudian membakarnya (ini bukan isapan jempol). Bila bubuk mesiu itu terbakar secara lambat dan merata berarti kadarnya 50% atau lebih, seperti yang di kehendaki, jika kadar airnya terlalu banyak, nyala yang terjadi akan berdesis.
Kini di Amerika Serikat, alcohol 50% (menurut volume) didefinisikan sebagai 100 proof, maka angka untuk proof selalu dua kali lebih besar daripada angka persentase alcohol. Sebuah minuman gin 86 proof, misalnya, berarti mengandung 43% alcohol menurut volume. (di Inggris, yang sesungguhnya lebih suka disebut Serikat Kerajaan Bersatu, sistemnya agak berbeda, 100 proof di definisikan sebagai 57,07% alcohol menurut volume, dengan alasan yang terlalu sulit dijelaskan).
Karena tidak sembarang orang dapat memiliki bubuk mesiu, bagaimana cara kita menyatakan kadar alcohol dalam sebuah minuman?
Cara paling jelas adalah menggunakan persentase, jika sebuah minuman memiliki alcohol sampai separuhnya, kita akan mengatakan bahwa kadar alcohol minuman itu 50%. Akan tetapi tidak mustahil ada orang iseng bertanya," 50% menurut apa? apakah maksud Anda 50% berat minuman adalah alcohol, atau 50% volumenya alcohol?" Dan kita mungkin tidak tahu jawabannya karena persen berat dapat berbeda sekali dari persen volume, terutama bila campuran antara alcohol dan air. Tentang yang satu ini ada dua alasannya.
Pertama, alcohol lebih ringan daripadaair. Dalam bahasa ilmiahnya orang menyebut bahwa keduanya memiliki densitas dan berat jenis berbeda. Satu liter alcohol murni mempunyai berat hanya 79% berat satu liter.
Misalkan kita ingin membuat campuran 50% alcohol dan air dengan menimbang berat yang sama untuk keduanya, kemudian menyatukan dan mengaduknya. Dalam hal ini akan menemukan bahwa volume alcohol lebih besar daripada volume air. Menurut berat, campuran tersebut akan mengandung 50% alcohol, tetapi menurut campuran yang sama akan memiliki lebih dari 50% alcohol. (Kalau dihitung, angka yang kita peroleh adalah sekitar 56%).
Sekarang tebak macam persentase mana yang dipilih oleh pabrik minuman untuk dicantumkan pada label mereka.
Sekarang tebak macam persentase mana yang dipilih oleh pabrik minuman untuk dicantumkan pada label mereka. Betul. Mereka lebih suka memilih yang memberikan angka kandungan alcohol kelihatan lebih tinggi, persen menurut volume. Pajak biasanya didasarkan pada persentase alcohol, maka pihak pajak juga memperoleh keuntungan dari akal-akalan pengusaha tersebut.
Alasan kedua mengapa orang memilih persentase menurut volume untuk mengukur anggur dan minuman keras adalah karena ada sesuatu yang luar biasa terjadi ketika alcohol dicampur dengan air. Campuran yang dihasilkan mengambil tempat lebih sedikit daripada jumlah volume asal masing-masing. Dengan kata lain, campuran ini menyusut. Coba campur satu liter alcohol dengan satu liter, maka Anda hanya akan mendapatkan 1,93 liter campurannya, bukan 2 liter seperti Anda harapan. Penyebabnya adalah karena molekul-molekul air dan molekul-molekul hidrogen membentuk ikatan hidrogen diantara keduanya yang menjadikan persatuan mereka semakin akrab.
Sebagaimana Anda bayangkan, ini menguntungkan untuk konsep angka persentase alcohol menurut volume. Mana akan dipilih, persentase volume sebelum pencampuran, atau pesentase volume setelah pencampuran? Pabrik minuman keras memutuskan menggunakan volume yang lebih kecil, yakni volume setelah campuran. Tentu saja ini dipilihan paling tepat, sebab itulah kondisi yang Anda jumpai ketika membelinya, sudah wujud campuran. Akan tetapi jika Anda penggemar matemika, Anda akan dengan cepat menyadari bahwa metode ini memberikan angka persentase alcohol lebih tinggi. Berdasarkan metode pabrik minuman, pencampuran 50% berat alcohol dan air akan menghasilkan 57% volume pada label mereka
Perlu di ingat, saya dapat mencampur satu liter alcohol dengan 1lt, kemudian mendapatkan campuran yang persentase volume alcoholnya lebih dari 50%.
"Ketika pakar kesehatan bicara soal manfaat dan bahaya alcohol, mereka bicara soal berapa gram etil alcohol sesungguhnya yang dikonsumsi oleh seorang. Tapi bagaimana cara menghitung gram alcohol dalam sebuah minuman?"
Kalikan jumlah ounce minuman keras atau anggur dalam minuman dengan persentase alcohol menurut volumenya (separuh harga proof-nya). Kemudian kalikan lagi hasilnya dengan 0.233. Hasilnya adalah jumlah gram etil alcohol dalama minuman. Sebagai contoh, satu setengah takaran wiski 80 proof mengandung 14 gram alcohol (1,5x40x0,233=14)

Sabtu, Juli 25, 2009

Mengapa Ikan Menebar Bau Amis yang Khas Ikan?

Ini suatu ungkapan pertanyaan yang konyol, tapi menarik untuk di jawab.
Orang cenderung menghubungkan bau amis ikan dengan pasar dan restoran karena menurut mereka dimana mereka dapat mencium bau amis ikan? Akan tetapi ikan tidak perlu bau amis, apabila ikan tersebut benar-benar segar.
Ketika baru beberapa jam di angkat dari air, ikan, kerang dan udang tidak akan mengeluarkan bau. Mungkin masih ada aroma laut yang segar, tetapi bau yang tidak menyenangkan. Ketika bahan makanan asal laut ini mulai mulai mengurai, barulah aroma amis merebak ke mana-mana. Dan ikan mengurai atau membusuk jauh lebih cepat daripada daging-daging jenis lain.
Daging ikan, otot ikan terbuat dari jenis protein yang berbeda dibandingkan dengan daging sapi dan ayam, misalnya. Daging ini mengurai lebih cepat, tidak hanya karena dimasak, tetapi juga karena aksi enzim-enzim dan bakteri. Bau amis ikan berasal dari hasil penguraian (dekomposisi), terutama amonia, berbagai senyawa belerang dan bahan kimia bernama amina yang berasal dari hasil penguraian asam-asam amino.
Hidung manusia kebetulan peka terhadap bahan-bahan kimia. Bau tersebut sudah muncul jauh sebelum bahan makanannya sendiri menjadi tidak sehat untuk dikonsumsi, maka bau amis sedikit hanya ikan tidak segar, atau senikmat kalau baru diambil dari laut, tetapi tidak selalu berarti bahwa ikan itu berbahaya.
Amina dan Amonia adalah basa, yang hanya dapat di netralkan menggunakan asam. Itu sebabnya orang menggunakan irisan buah lemon, yang mengandung asam sitrat, ketika menghidangkan masakan dari produk laut (jika anda membeli sejenis remis yang baunya aduhai, cobalah cuci terlebih dahulu dalam air jeruk atau cuka sebelum memasaknya. Akan tetapi jangan dipendam, sebab remis menyerap air seperti karet busa dan air itu akan meledak ledak ketika Anda mencoba memanggang atau menggorengnya). Cara terbaik untuk menguji kesegaran makanan hasil laut adalah meminta izin untuk membaui barang yang Anda minati sebelum membeli. Bagamanapun, di pasar kawasan Laut Tengah tertentu yang sangat memelihara standar tinggi, permintaan ini dapat dianggap penghinaan.
Alasan kedua mengapa ikan lebih lekas membusuk daripada daging lain karena di alam bebas-ikan memiliki kebiasaan menyantap ikan-ikan lebih kecil (Hukum rimba juga berlaku di bawah sana).Oleh sebab itu mereka melengkapi dengan enzim-enzim pencernaan yang efektif sekali untuk mencerna daging ikan. Setelah ikan ditangkap, jika enzim ini yang keluar dari usus akibat penanganan yang kasar, enzim tersebut dengan cepat bekerja pada daging ikannya sendiri. Itu sebabnya, ikan yang isi perutnya telah dibersihkan akan lebih tahan lama daripada yang masih utuh.
Alasan ketiga, bakteri pembusuk dalam dan pada ikan lebih efisien dibandingkan pada hewan darat karena bakteri tersebut dirancang untuk hidup di laut yang dingin. Hangatkan sedikit saja, bakteri itu akan bekerja lebig giat, untuk menghentikan kerja kotor mereka kita harus mendinginkan ikan lebih cepat dan lebih cermat daripada mendinginkan daging hewan berdarah panas.
Itu sebabnya es merupakan teman nelayan yang paling baik. Es tidak hanya menurunkan temperatur, tetapi menjaga agar ikan tidak menjadi kering. Ikan tidak mau kekeringan, bahwa setelah mereka "meninggal menjadi jenasah ikan".
Alasan ke-empat, pada umumnya daging ikan mengandung lebih banyaklemak tidak jenuh daripada daging hewan darat. Itu sebabnya kita lebih menghargai makanan hasil laut di zaman sarba antikolesterol ini. Akan tetapi lemak tidak lemak jenuh lebih lekas menjadi tengik (karena teroksidasi) dibanding lemak jenuh yang juga lebih lezat pada daging sapi, misalnya. Oksidasi terhadap lemak mengubah mereka menjadi asam organik berbau tidak sedap, yang pada gilirannya menambah aroma yang tidak sedap. Jika Anda tidak tahan dengan bau di restoran makanan hasil laut, sebaiknya Anda lekas-lekas mencari hamburger atau ayam goreng.